Kamis, 14 Maret 2019

Bentuk Kedekatan Bhabinkamtibmas Polsek Serbajadi Dengan Warga


Tribrata News Aceh Timur-Kehadiran anggota Polri dengan patroli ke gampong-gampong sangat diharapkan oleh warga, ini dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Serbajadi Bripka Ricky Syahputra yang menyambangi warga Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kamis (14/03/2019).
Menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Serbajadi merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, di lingkup Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, petugas giatkan patroli sambaing desa.
Namun hal yang berbeda terlihat saat petugas berpatroli, Bripka Ricky Syahputra disambut baik oleh penduduk setempat. Kedekatan anggota Polri khususnya Bhabinkamtibmas Polsek Serbajadi dengan masyarakat itu terbukti.
Dalam kesempatan tersebut Bripka Ricky Syahputra berpesan kepada warga supaya tetap menjaga keamanan gampong jangan mudah terprovokasi kalau ada sesuatu yang mencurigakan supaya menghubungi Bhabinkamtibmas atau melapor ke Polsek Serbajadi.
Kapolsek Serbajadi AKP Ahmad Yani mengatakan, “Menciptakan kedekatan dengan masyarakat adalah hal terpenting dalam menjaga keharmonisan hubungan kerjasama, terlebih dalam membina keamanan lingkungan masing- masing.” Terangnya. (Iwan Gunawan).

Polres Aceh Timur Musnahkan 28 Kilogram Shabu dan 30 Kilogram Ganja


Tribrata News Aceh Timur-Polres Aceh Timur, pada Kamis (14/03/2019) siang melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika berupa 28 kilogram Shabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air yang dicampur dengan cairan pembersih lantai. Sedangkan 30 kilogram ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.
28 kilogram shabu yang dimusnahkan itu hasil pengungkapan di wilayah Kecamatan Simpang Ulim dan Idi Rayeuk dari tangan tiga tersangka FI (25) dan JM (43) warga Tanjong Ceungai, Kecamatan Tanah Jamboe Aye, Kabupaten Aceh Utara, yang ditangkap saat mengangkut sabu dengan menggunakan becak motor, yang dibungkus dengan kemasan Teh Cina dan dimasukkan ke dalam fiber ikan. Termasuk AM (39) warga Tanjong Kapai, Kecamatan Idi Rayeuk, Kamis (7/3/2019) lalu.
Sementara itu narkotika jenis ganja seberta 30 kilogram adalah hasil temuan Polsek Julok pada bulan Juli 2018 lalu.
Pemusnahan barang bukti narkotika yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Aceh Timur ini dilakukan oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H dengan didampingi Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Thaib, S.H, Dandim 0104/Atim Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul bin Syama’un, Ketua Pengadilan Negeri diwakili oleh Raden Budiawan, S.H, Kepla Kejaksan Negeri Idi diwakili Kasi Barang Bukti Edi Suhaedi, S.H, Kepala BNN Langsa diwakili oleh Kasi Pemberantasan H. Anwar Komandan Kompi 2 Batalyon B Brimob Aramia Iptu Yozana Fajri Sidik, S.I.K, Ketua KIP Aceh Timur Zainal Abidin, S.E, Ketua Panwaslu Aceh Timur Maimun S. Pd, Ketua MPU Aceh Timur Tgk. H. M Nur (Abu Kinere), Ketua FKUB Kabuoaten Aceh Timur Tgk. H Azhar BTM (Waled Azhar), Ketua Lembaga Anti Narkoba (LAN) Aceh Timur dan sejumlah tamu undangan lainnya.
“Pengungkapan kasus narkotika baru-bari ini bukanlah suatu kebanggaan bagi kami, akan tetapi terhindarnya generasi bangsa dari Narkotika adalah hal yang lebih membanggakan bagi kita semua,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H dalam sambutannya.
“Kita juga mengucapkan terimakasih kepada semua elemen masyarakat dan Forkopimda Aceh Timur yang telah mendukung kinerja Polisi dalam pemberantasan peredaraan Narkoba di wilayah ini,” pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H. (Iwan Gunawan).

Guna Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Polsek Idi Rayeuk Koordinasi Dengan Perangkat Gampong


Tribrata News Aceh Timur-Keamanan dan ketertiban suatu wilayah merupakan tanggung jawab bersama beserta komponen masyarakat yang ada di dalamnya. Untuk mewujudkanya, Bhabinkamtibmas Polsek Idi Rayeuk Brigadir Mukhsalmina koordinasi bersama perangkat gampong Gampong Jawa pada Kamis (14/03/2019).
Kepada Geuchik dan sejumlah perangkat gampong, Brigadir Mukhsalmina mengingatkan akan pentingnya kebersamaan dan sinergitas antara, aparat keamanan, perangkat gampong dan seluruh warga masyarakat dalam menjaga kondusifitas kamtibmas.
Kapolsek Idi Rayeuk AKP Fazli mengtakan,“Saat ini tahapan Pemilu Tahun 2019 sudah memasuki tahapan kampnye, oeh karena itu kami selaku aparat keamanan meminta kerjasama perangkat gampong untuk disampaikan  kepada warga, mari bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Terutama dalam menyikapi masalah berita atau informasi yang belum tentu kebenaranya (Hoax), jangan sampai wilayah kita yang aman dan nyaman ini terusik dengan berita-berita maupun informasi yang bermaksud memecah belah persatuan dan kesatuan.” Himbau Kapolsek.
“Kami juga berharap kepada seluruh warga masyarakat bila terjadi hal hal yang dapat menganggu kamtibmas untuk segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau langsung segera melapor ke Polsek Idi Rayeuk.” Tegas AKP Fazli. (Iwan Gunawan).

Kanit Binmas Polsek Simpang Ulim Sosialisasi Penerimaan Anggota Polri Di SMA Negeri 1


Tribrata News Aceh Timur-Setelah dibukanya penerimaan Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2019, Polres Aceh Timur beserta polsek jajaran gencar melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat umum maupun pada sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Aceh Timur.
Untuk menjaring para pelajar, Kanit Binmas Polsek Simpang Ulim, Aiptu Bukrijal pada Kamis (14/03/2019) pagi melakukan sosialisasi penerimaan Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2019 di SMA Negeri 1 Simpang Ulim.
Kepada para sejumlah pelajar, Aiptu Bukrijal mengatakan, orang awam mungkin sering berpendapat bahwa untuk menjadi polisi harus menyuap hingga jutaan rupiah, tetapi faktanya banyak yang menjadi polisi tanpa membayar sepeserpun.
“Oleh karena itu, apabila para pelajar yang berminat mendaftar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mengambil kesempatan meminta uang sogokan, kelulusan menjadi polisi bukan karena uang tapi karena kemampuan peserta sendiri,” tegas Aiptu Bukrijal.
Ditambahkanya, agar lebih jelas persyaratan penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2019, ia mengarahan kepada pelajar agar melihat di situs: http://www.penerimaan.polri.go.id.
Kapolsek Simpang Ulim AKP Dasril, S.E mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menjaring animo dan minat sebanyak mungkin bagi masyarakat, khususnya pelajar untuk menjadi anggota Polri.
“Semoga, setelah mendapatkan sosialisasi ini diharapkan para pelajar SMA Negeri 1 Simpang Ulim dapat mengerti dan paham tentang penerimaan anggota Polri juga syarat-syaratnya serta mengerti mekanisme perekrutannya, bahwa tidak di pungut biaya atau gratis.” kata Kapolsek Simpang Ulim AKP Dasril, S.E. (Iwan Gunawan).

Jelang Pemilu, Polres Aceh Timur Gelar FGD


Tribrata News Aceh Timur-Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Aceh Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) Tahun Anggaran 2019 dengan tema: Peran Ulama Dan Tokoh Masyarakat Dalam Mendukung Pelaksanaan Pileg Pilpres 2019 Dan Mendukung Polri Dalam Rangka Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif, Kamis (14/03/2019).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Polres Aceh Timur ini menghadirkan nara sumber diantaranya: Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H, Kepala Kesbangpol Kabupaten Aceh Timur Adlinsyah, S. Sos, M.A.P, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Timur Zainal Abidin, S.E. dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Aceh Timur Maimun, S. Pd.
Sedangkan peserta FGD terdiri dari Ketua Majelis Permusyawaratan Umat (MPU) Kabupaten Aceh Timur Tgk. H Muhammad Nur (Abu Kinere), Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Aceh Timur Tgk. H. Azhar BTM (Waled Azhar), Para Tokoh Agama, Imam Mesjid dan Khotib dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur, Penyuluh dari Kemenag Kabupaten Aceh Timur, Para Kapolsek, Ketua Ikatan Cindikia Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Aceh Timur Tgk. M. Zubir dan Perwakilan Mahasiswa/i dari Universitas Ar Raniry, Banda Aceh peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kabupaten Aceh Timur.
Kasat Binmas Polres Aceh Timur Iptu Azman, M.A, S.H, M.H selaku moderator mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menciptakan kondisi yang baik untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan ulama perangkat pemerintah pada tingkat kecamatan dan gampong kelurahan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan kondusif dan sejuk di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H mengawali paparanya menegaskan kepada para peserta FGD mengungkapkan diskusi tersebut dilakukan untuk menekan dan mengantisipasi peredaran berita hoax di media sosial. Terutama pada saat ini Bangsa Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi yaitu pileg dan pilpres 2019. “Kegiatan ini kita lakukan untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran berita hoax di media sosial,” ujar Kapolres.
Bukan tanpa alasan mengapa diskusi itu menghadirkan pelajar dan mahasiswa. Pasalnya sebagian besar pengguna media sosial atau netizen merupakan merupakan anak muda. Mereka mudah menyebar luaskan sebuah berita yang ada di media sosial di akun media sosial mereka.
Kapolres juga menghimbau kepada para peserta FGD untuk bijak dalam menggunakan media sosial dengan dihimbau untuk mengkroscek sumber berita yang beredar sebelum mengeshare ke media sosial. Hingga tidak salah menyebar luaskan berita yang belum tentu kebenarannya.
“Saring dulu sebelum sharing. Cari sumber kebenaran berita agar tidak menyebarkan hoax,” tegas Kapolres Aceh Timur.
Dijelaskanya, Polri mempunyai tugas pokok harkamtibmas dan penegakan hukum oleh karena itu pelaksanaan Pilegdan Pilpres yang akan berlangsung 34 hari lagi ini mari  kita jaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing agar terus terjaga dalam situasi yang aman, nyaman dan kondusif.
Kapolres juga menjelaskan mengenai kasus penyebaran hoax yang menjelekkan Calon Wakil Presiden K.H Ma’aruf Amin juga Waled Nu sehingga ia meminta para peseta FGD jangan sekedar pasif dalam menghadapi hoax.
“Cara melawannya ketika menerima hoax dengan menjelaskan ciri-ciri hoax seperti sumber informasi tidak jelas, judul berita bombastis, menyudutkan identitas tertentu, tidak memenuhi unsur jurnalisme 5 (lima) W + 1 (satu) H, berlebih-lebihan dan terdapat unsur hasut.
“Mengapa orang gemar menciptakan dan menyebarkan hoax, secara psikologis karakter orang ingin dilihat dan didengar. Namun budaya Literasi lemah, dampaknya tidak memiliki kemampuan berpikir kritis. Dampak Hoax dan Black Campaign diantaranya memicu perpecahan, menurunkan reputasi pihak yang dirugikan, berita hoax membuat fakta tidak lagi bisa dipercaya. Jelas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H. (Iwan Gunawan).