Senin, 27 Maret 2017

Kapolres Aceh Timur: Kasus Penculikan Anak Belum Terbukti

Tribrata News Aceh Timur-Kepolisian Resor Aceh Timur meluruskan informasi yang beredar di masyarakat adanya kasus penculikan anak di daerah itu.
"Kami sudah memerika semua laporan yang masuk, namun tidak terbukti kebenarannya," kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum, Senin (27/03).
Ia menyebutkan rumor yang beredar luas di media sosial seperti kasus di wilayah Madat, Pantee Bidari dan Nurussalam yang terjadi pada beberapa hari yang lalu. Setelah ditelusuri ternyata informasi itu tidak ada.
Dijelaskan oleh Kapolres, untuk informasi di sosial media yang menyatakan terdapat pelaku penculikan di wilayah Madat dan Nurussalam tidak benar karena orang yang diduga sebagai pelaku penculikan adalah orang yang mengalami gangguan jiwa. Sedangkan untuk yang di Pantee Bidari bahwa terdapat seorang anak yang belum pulang sekolah hingga mejelang tengah malam dan beredar di tengah masyarakat bahwa anak tesebut telaah diculik orang, ternyata anak tersebut menginap di rumah neneknya yang mana anak tersebut tidak memberitahu kepada keluarganya bahwa ia akan menginap di rumah neneknya. Ungkap Kapolres.
Ia meminta masyarakat tidak panik berlebihan karena hingga sekarang tidak ada satu pun laporan kasus penculikan anak itu yang terbukti kebenarannya. Namun para orang tua tetap harus waspada dan mendidik anak-anak untuk tidak mudah dirayu orang tidak dikenal dengan iming-iming uang, makanan, atau diajak bermain atau jalan-jalan.
"Bila terjadi penculikan anak, segera lapor ke kepolisian agar cepat ditindaklanjuti," ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat harus tetap waspada terhadap aksi kriminal yang bisa menimpa siapa saja, termasuk orang dewasa, kewaspadaan di antaranya dapat dilakukan dengan tidak membiarkan anak-anak di bawah umur bermain di tempat umum tanpa pengawasan. Kemudian masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar (hoax).
"Berita ini tidak benar, jangan salah nanti orang gila juga dikira orang yang akan menculik anak yang akhirnya main hakim sendiri," ujar dia.
Masyarakat harus bijak menanggapi berita di media sosial, buktinya sampai saat ini khususnya di wilayah hukum Polres Aceh Timur belum ada kejadian tersebut, namun di media sosial sangat ramai diperbincangkan.
Guna memberikan pendidikan kepada anak, khususnya di tingkat TK dan sekolah dasar, Polres Aceh Timur akan mengunjungi sejumlah sekolah sebagai upaya preventif dan menempatkan anggota polisi sebagai antisipasi terutama sekolah-sekolah yang rawan dan strategis terhadap tindak kriminal. Kata Kapolres.
"Kita akan menyampaikan himbauan ke masyarakat melalui sekolah-sekolah agar tidak resah, sekaligus juga mengharapkan sekolah waspada. Jika ada yang mencurigakan jangan main hakim sendiri, laporkan ke polisi,"kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum. (Iwan Gunawan).

0 komentar:

Posting Komentar