Senin, 27 Maret 2017

Polsek Peureulak Terus Selidiki Kasus Pencurian Dan Pembobolan ATM

Tribrata News Aceh Timur-Mesin anjungan tunai mandiri (ATM) masih menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Modus yang digunakan juga semakin beragam, seperti yang diungkapkan Kapolsek Peuereulak, AKP Simson Purba, Senin (27/03). Pelaku memasang stiker yang tertera nomor aduan pelayanan palsu di mesin ATM.
Dikatakan oleh Kapolsek, modus pembobolan ATM yang diungkap kali ini cukup menarik karena melibatkan jaringan kelompok lebih dari dua orang dan mempunyai mempunyai peran dan tugas berbeda. Hal ini seperti yang dialami oleh korban, Salbiah Binti Nurdin (35) warga Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Ungkap Kapolsek.
Lebih lanjut Kaposlek menjelaskan, kejadian bermula pada hari Minggu sore, korban hendak menarik uang di ATM BRI yang terletak di SPBU Keumuning, Peureulak. Belum sempat masuk ke ATM, korban diberitahu oleh dua orang yang mengatakan bahwa mesin ATM tidak berfungsi. Korban kemudian beralih ke ATM BNI yang terletak disebelah ATM BRI dengan menggunakan layanan ATM bersama. Korban berhasil menarik uang tunai sebesar Rp. 500.000,-. Namun ATM korban tidak bisa keluar usai transaksi. Selanjutnya datang dua orang lagi yang diduga komplotan yang mengatakan kepada korban untuk menghubungi call center Bank yang nomornya tertempel pada mesin ATM.
Korban menuruti dan menghubunginya. Dari sambungan handphone, korban diminta menyebutkan nomor rekening dan PIN, oleh korban dituruti. Korban mengira bahwa yang ia hubungi adalah petugas bank.
Sesampainya di rumah, Adullah, suami korban menanyakan untuk kepentingan apa kok ada SMS Banking yang masuk ke handphone-nya yang menyatakan transaksi sampai lima kami dengan jumlah yang lumayan banyak.
Untuk memastikan kebenaranya, Senin pagi korban ke BRI untuk melakukan print out buku rekening, dan benar tabunganya sebsear Rp. 34.100.000,- telah habis terkuras. Korban baru sadar bahwa dirinya telah diperdaya oleh empat orang sewaktu di ATM waktu itu. Atas laporan korban, kami mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP sekaligus kerja sama dengan bank BRI dan BNI untuk meminjam rekaman CCTV guna mengungkap pelakunya. Terang Kapolsek.
Ditambahkanya, dengan kejadian tersebut, kami himbau kepada masyarakat selalu antisipasi dan waspada dengan mencatat namor call center asli bank ketika nasabah menerima kartu ATM baru dari petugas bank. Dan perlu diingat bahwa call center bank tidak pernah menanyakan nomor PIN kartu ATM. Jadi kalau ada call center yang menanyakan nomor PIN kartu, bisa dipastikan itu call center palsu. Kata Kapolsek Peurelak AKP Simson Purba. (Iwan Gunawan).

0 komentar:

Posting Komentar