Circle Gallery

Baris Video

Loading...

Kamis, 06 Juli 2017

Tiga Fakta Hasil Operasi Ramadniya Rencong Bandar 2017

Tribrata News Aceh Timur-Operasi Ramadniya Rencong Bandar 2017 yang dilakukan  Polres Aceh Timur untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri telah berakhir. Selama rentang waktu 16 hari tersebut, Polres Aceh Timur mencatat terjadi 7 (tujuh) kecelakaan terjadi di ruas jalan lintas Propinsi yang masuk wilayah Hukum Polres Aceh Timur.
"Selama operasi berjalan setidaknya ada 7 (tujuh) kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia 8 (orang) dan 4 (empat) orang mengalami luka berat. Sedangkan kerugian materi kami perkirakan Rp. 26.000.000,00."  Ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M.Hum, Kamis (06/07).
Dikatakanya, jika dibandingkan dengan Operasi Ramadniya Rencong Bandar 2016, untuk tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan catatan Satuan Lalu-lintas Polres Aceh Timur, pelaksanaan Operasi Ramadniya Rencong Bandar 2016 mencatat; 3 (tiga) kejadian laka lantas dengan korban meninggal dunia 1 (satu) orang dan luka berat 1 (satu) orang. Untuk kerugian materi Rp. 4.000.000,00. Terang Kapolres.
Kapolres mengatakan penyumbang kecelakaan yang terjadi sampai saat ini adalah sepeda motor, sedangkan faktor utama penyebab kecelakaan adalah “Human Error,” sebut Kapolres.
"Faktor utama dalam kecelakaan yang terjadi adalah human error. Itu terjadi karena kesalahan dari pengendara, baik tidak mematuhi peraturan lalu lintas maupun tidak memperhatikan tata cara berkendaraan di jalan raya hingga menyebabkan kecelakaan lalulintas seperti berkendara secara ugal-ugalan, menyeberang dipersimpangan tidak memperhatikan kondisi lalu lintas, pengendara lalai dalam kecepatan kendaraan . Memang, untuk saat ini sepeda motor masih yang tertinggi dalam kasus kecelakaan lalu lintas," ujarnya.
Kondisi jalan raya wilayah Kabupaten Aceh Timur mengalami perubahan, dimana dulunya lebar jalan hanya 6 meter, saat ini menjadi 14 meter, sementara kondisi lalu lintas relatif sepi, hal ini yang menjadi memotivasi kendaraan sepeda motor menambah kecepatan, sehingga saat terjadi permasalahan di jalan raya, pengendara sulit mengendalikan kendaraannya karena dalam kondisi kecepatan tinggi, sering terjadi pengendara sepeda motor mengambil jalur lawan  saat melintasi tikungan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kapolres mencontohkan, pengendara khususnya sepeda motor belok hendak belok tanpa menyalakan lampu sign, sehingga ditabrak dari belakang; Mendahului kendaraan dari sebelah kiri; Mengendarai kendaraan dengan ugal-ugalan; Keluar dari gang langsung ke jalan tanpa memperhatikan kondisi arus lalu lintas. Kata Kapolres.
Masih menurut Kapolres, rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas menjadi penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya. "Tingkat kecelakaan yang melibatkan anak usia sekolah sudah sangat memprihatinkan. Oleh karena itu dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh pihak untuk membangun kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya lalu lintas," ujar Kapolres.
"Kami tidak bosan-bosanya secara aktif turun ke jalan guna mengingatkan pengguna jalan agar tetap tertib berlalu lintas agar menimbulkan rasa kesadaran bagi masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas, terlebih untuk menekan angka laka lantas diantaranya dengan Preemtif dengan memberikan edukuasi di sekolah-sekolah, pemberian teguran kepada pengendara yang melanggar tata cara berlalu lintas, himbauan di jalan raya dan lain lain.
Sementara kegiatan Preventif yang sudah dilakukan seperti pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di persimpangan, pengaturan di depan sekolah-sekolah dan tempat tempat yang dikategorikan rawan kecelakaan lalu lintas.
Melihat kondisi meningkatnya angka kecelakaan dan korban meninggal dunia, ke depan Polres Aceh Timur akan meningkatkan kegiatan penegakan hukum baik bersifat statis maupun hunting di jalan raya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya seperti melawan arus, bonceng sepeda motor lebih dari 2 (dua) orang, tidak pakai helm, dan pengendara di bawah umur salah satu faktor timbulnya kecelakan."
Kapolres Aceh Timur mengharapkan dukungan dari elemen masyarakan khususnya para orang tua dan stake holder pemangku bidang lalu lintas untuk bersama sama mengurangi kecelakaan di jalan raya dengan diawali dengan tidak berkendara di jalan raya. Bila belum memiliki SIM dan sebelum berkendara, agar perhatikan kelengkapan diri dan kesiapan kendaraan dan khusus terhadap para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak dibawah umur berkendara di jalan raya.
"Kami berharap semua elemen masyarakat juga instansi terkait lainya, ke depan bersama kami (Polri) mengupayakan langkah atau antisipasi untuk menekan angka terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kami terus, berupaya dan berdoa supaya angka dan tingkat fatalitas akibat kecelakaan di wilyah hukum Polres Aceh Timur bisa berkurang."
Menurutnya, seluruh jajaran Anggota Polres Aceh Timur dan instansi terkait yang terlibat dalam Operasi Ramadniya Rencong Bandar 2017 telah sungguh-sungguh merealisasikan langkah-langkah antisipasi yang telah dirumuskan selama berlangsungnya operasi tersebut. Pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M.Hum. (Iwan Gunawan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar