Senin, 30 Oktober 2017

Kecanduan Ganja Dan Lem, Warga Peudawa Datangi Polres Aceh Timur Minta Direhab

Tribrata News Aceh Timur-Nurzanah (50) dan Nurazizah (40) dua warga Kecamatan Peudawa, pada Senin (30/10) pagi mendatangi Polres Aceh Timur yang melaporkan bahwa anggota keluarganya, ISK (35) dan RMD (15) kecanduan narkotika jenis ganja dan lem yang selanjutnya mereka meminta bantuan Polres Aceh Timur agar keduanya direhab.
Kedatangan  warga Peudawa tersebut disambut oleh Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijohn dan dikatakanya, kedua warga yang menjadi pecandu narkotika dan tadi akan kami bawa ke BNN Langsa guna dilakukan assessment terlebih dahulu, kata Iptu Ernijohn,
Selain itu ia juga meghimbau kepada para pengguna atau keluarganya yang ingin direhabilitasi untuk menghubungi pihak Polres Aceh Timur. Hal ini dikarenakan kesadaran untuk membawa pecandu untuk direhabilitasi dengan keasadaran sendiri masih rendah.
"Harapan kami kesadaran para pengguna narkotika untuk direhab semakin tinggi silahkan melapor ke Polres Aceh Timur jika ada keluarga yang menjadi pecandu narkotika, terang Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijohn.
Sementara itu Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum mengapresiasi warga yang bersedia melapor atau mengajukan anggota keluarganya yang pecandu untuk direhabilitasi. “Ini langkah penting untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika,” jelas Kapolres.
Pecandu yang dilaporkan kepada kami, kata Kapolres, akan dijamin tidak diproses hukum,” katanya.
Kapolres berharap, ke depan semakin banyak warga yang mempunyai kesadaran untuk menjalani rehabilitasi. “Dukungan mesti datang pertama dari anggota keluarga. Karena yang melapor jarang pecandu langsung. Kebanyakan orangtua dan kerabat dekat,” ungkapnya.
Setelah menjalani rehabilitasi, kata Kapolres, yang bersangkutan akan dikembalikan ke keluarga. “Selanjutnya peran keluarga menjadi sangat penting, untuk menjaga agar tidak tidak lagi terhubung dengan jaringan penyalahgunaan narkotika. Harus diputus. Kalau tidak, rehab yang dijalaninya menjadi percuma,” tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum. (Iwan Gunawan). 

1 komentar: