Minggu, 11 Februari 2018

Tahun Ini Polri Butuh 10 Ribu Polisi Berkualitas


Tribrata News Aceh Timur-Kepolisian Negara Republik Indonesia  berencana merekrut sekitar 10 ribu personel berkualitas pada tahun 2018. Untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) bermutu ini, panitia rekrutmen berkomitmen prosesnya bakal bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Tahun ini kami membuka pendaftaran calon anggota polisi, yang dimulai pada Maret mendatang," ujar Asisten SDM Polri, Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto kepada wartawan di Surabaya, Kamis (08/02/2018).
Menurutnya, jumlah personel yang dibutuhkan mencapai 10 ribu orang tersebut diambilkan dari peserta seluruh Indonesia. "Kami membuka pendaftaran untuk bintara sebanyak 8.400 orang, tamtama 300 orang, dan taruna akademi polisi 250 orang. Seluruhnya mencapai 10 ribu orang," kata Asisten SDM Polri .
Pendaftaran calon anggota polisi tersebut dibuka di tiap kepolisian resor atau Polres dan kepolisian daerah atau Polda. Proses rekrutmen bersih dan bebas KKN, kata Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto, ditandai dengan komitmen panitia yang disampaikan di Tugu Pahlawan Surabaya pada Kamis malam itu.
Bertempat di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, para Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian RI, menandatangani ikrar untuk berkomitmen menyelenggarakan penerimaan angota Polri bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Asisten SDM Polri mengumpulkan seluruh Kepala Biro SDM Polri dari berbagai provinsi se Indonesia. Mereka ini jumlahnya ratusan dan akan menjadi panitia seleksi anggota polisi angkatan 2018. Selain berikrar penerimaan anggota polri yang bebas dari KKN, juga dijalankan dengan transparan dan tanpa pengutan apapun.
"Kami mengambil semangat dari para pahlawan untuk bisa menginspirasi Kepala Biro SDM dan seluruh pengelola SDM. Momen ini kami ambil supaya bisa meresap di hati sanubari seluruh Kepala Biro SDM dan pengelola SDM," Asisten SDM Polri.
Pihaknya memastikan bakal ada sanksi tegas bagi pengelola SDM yang menyimpang dalam proses seleksi, yaitu mulai sanksi disiplin sampai pidana. "Ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SDM kepolisian agar jangan bermain-main dalam menjalankan proses rekrutmen. Karena target kami adalah benar-benar merekrut pemuda-pemuda yang berminat menjadi polisi dan berkualitas baik."
Para pemuda yang berminat mendaftar, kata Arief, segera mempersiapkan diri baik fisik, mental dan intelektual. Dia berjanji tidak ada lagi cara penerimaan calon anggota Polri dengan menyogok, bayar, minta tolong, katabelece, maupun sponsorship.
"Jangan percaya pada siapapun yang mendatangani calon atau orang tua calon yang menjanjikan bisa membantu. Itu penipuan. Kalau ada seperti itu, tangkap ramai-ramai, bawa ke kantor polisi terdekat dan akan saya tindak lanjuti dengan proses hukum yang benar," terang Asisten SDM Polri, Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto. (Sumber:Tempo.co).

0 komentar:

Posting Komentar