Sabtu, 15 Desember 2018

Wakapolres Aceh Timur Hadiri Pembukaan Peringatan Hari Aksara Internasional 2018


Tribrata News Aceh Timur-Wakpolres Aceh Timur Kompol Warosidi, S.H, M.H pada Sabtu (15/12/2018) menghadiri Pembukaan Peringatan Hari Aksara Internasional Ke-53 Tahun 2018 Se-Kabupaten/Kota Provinsi Aceh yang mengambil tema "Mengembangkan Keterampilan Literasi Yang Berbudaya",  dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd.
Hadir dalam acara yang dipusatkan di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur ini diantaranya; Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Thaib, S.H; Dandim 0104/Atim diwakili Danramil 05/Idr, Kapten Inf Suharno; Sekda Aceh Timur, M. Ihsan Ahyat, S. STP, M. AP; Perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Tgk. M. Akli Zikrullah, S. Ag, M.H; Pj. Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Aceh Timur, Saiful Bahri S. Pd, M. Pd, para Asisten Setdakab Aceh Timur, para SKPK dinas Pendidikan Kabupaten /Kota Se – Aceh dan Para Bunda Paud dan Tim Penggerak PKK Se -Aceh.
Pembukaan Peringatan Hari Aksara Internasional Tahun 2018  diawali dengan defile oleh peserta hari aksara Se -Kabupaten/Kota Provinsi Aceh yang diiringi.
Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaib, S.H dalm sambutanya menyampaikan Peringatan Hari Aksara Internasional Ke -53 ini yang kita laksanakan, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta pusat data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud penduduk Indonesia pada tahun 2017 telah berhasil Ber-aksarakan mencapai 97,93 % atau tinggal sekitar 2,07% atau 3.387.035% .
Dengan demikian Indonesia telah membuktikan keberhasilan dengan mencapai prestasi melebihi target pendidikan untuk semua yang di deklarasikan di Dakar. 23 Provinsi sudah berada dibawah angka nasional masyarakat buta aksara.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd saat memberikan sambutan sekaligus mebuka kegiatan Pembukaan Peringatan Hari Aksara Internasional Tahun 2018 mengatakan, Hari Aksara Internasional merupakan salah satu momentum penting dalam agenda PBB, setelah melihat kenyataan bahwa masih banyak penduduk didunia yang tidak bisa baca tulis,penetapan hari aksara ini sekaligus sebagai pertanda perlunya gerakan bersama untuk mengurangi kebutaan aksara bagi semua masyarakat dunia.
Perang melawan kebutaan aksara ini menjadi sangat penting, sebab kemampuan membaca adalah simbol keberhasilan dalam ilmu pengetahuan, kemauan membaca juga merupakan "ibu" bagi setiap peradaban bagi wilayah yang ingin maju, kemampuan membaca mutlak sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu perang melawan buta huruf harus kita tingkatkan agar semua masyarakat bisa membaca.
Untuk itu, bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional kali ini, kita meyelenggarakan sejumlah kegiatan dengan semangat membaca dan belajar untuk kemajuan dunia pendidikan Aceh dan semoga saja serangkaian kegiatan ini mendorong kita semakin peduli terhadap pendidikan Aceh , sehingga keistimewaan Aceh  dalam bidang pendidikan benar-benar dapat kita buktikan. Terang Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Aceh Syaridin, S. Pd, M. Pd. (Iwan Gunawan).

0 komentar:

Posting Komentar