Rabu, 31 Juli 2019

Polres Aceh Timur Gelar FGD Antisipasi Aliran Radikal Dan Anti Pancasila di Kalangan Pelajar


Tribrata News Aceh Timur-Polres Aceh Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas langkah konkret dan menyatukan persepsi secara bersama-sama untuk antisipasi masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat khususnya di kalangan pelajar.
"FGD yang kita gelar tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi bersama-sama dalam menangkal paham radikalisme yang bisa saja masuk ke kalangan pelajar di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Selain itu penting juga bagaimana kita menyatukan langkah untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak terpecah-pecah oleh paham-paham radikalisme yang bisa saja masuk." ujar Kasat Binmas Polres Aceh Timur Iptu Azman S.H, M.H saat membuka FGD pada Rabu (31/07/2019).
FGD yang berlangsung di Coffee Shop Anugerah 97 ini mengambil tema Pencegahan Radikalisme Dan Anti Pancasila Di Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H, Kasat Binmas Iptu Azman, S.H, M.H, KBO Satreskrim Iptu Justin Tarigan, S.H, KBO Sat Binmas Ipda Sukemi dan Guru BP/Ketua Osis/pelajar perwakilan 18 SMU/SMK atau sederajad dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur.
Kapolres Aceh Timur selaku pemateri dalam kesempatan tersebut dalam paparnya memaparkan kemajuan tekhnologi sangat berpengaruh terhadap mental kalangan remaja khususnya pelajar, ada pergeseran karakter akibat kemajuan tekhnologi. Terutama dalam penggunaan smartphone/gadget khususnya dalam berinteraksi di media sosial.
FGD ini perlu kami laksanakan karena nilai-nilai Pancasila sudah mulai luntur di kalangan remaja, karena selama ini guru cenderung memberi pelajaran namun minim pembinaan.
Saat ini negara kita agak sedikit terguncang oleh beberapa kelompok aliran keras yang biasa saja menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan pancasila.
"Paham-paham yang di berikan kepada kelompok ini, bisa saja memperpecah belah kesatuan negara Indonesia termasuk keharmonisan yang selama ini hadir di Aceh Timur," kata Kapolres.
Jika ada paham radikalisme kata dia bisa membuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum di negara Indonesia. "Bahkan paham ini juga bisa menanamkan pikiran kepada pengikutnya bahkan masyarakat luas untuk tidak mempercayai aparat penegak hukum yang ada," jelasnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terjerumus dan mengikuti paham-paham radikal yang bertentangan dengan asas pancasila.
"Mari kita tetap bersatu di bawah naungan NKRI dan berpegang teguh pada ideologi Pancasila untuk keutuhan bangsa ini," harapnya.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, gerakan paham radikalisme memang tidak baik sebab bisa mengajarkan kekerasan dan jika mengatasnamakan agama Islam sesungguhnya paham yang diajarkan bukanlah mencerminkan agama Islam. Sebab agama Islam tidak mengajarkan seperti itu agama Islam merupakan agama Rahmatan lil alamin," Papar Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H. (Iwan Gunawan).

0 komentar:

Posting Komentar