TRIBRATA NEWS POLRES ACEH TIMUR

Kasat Binmas Polres Aceh Timur Sosialisasi Kamtibmas Dan Empat Pilar Kebangsaan Di Dayah Abu Kruet Lintang

Tribrata News Aceh Timur-Dalam mengimplementasikan Program Prioritas Kapolri Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kamtibmas utamanya dalam hal Membangun Daya Cegah Dan Daya Tangkal Terhadap Kejahatan, Terorisme, Narkoba, Separatisme, Dan Ideologi Anti Pancasila, pada Senin (31/10) pagi Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijon melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan dan kamtibmas di Dayah Darul Muta’alimin di bawah asuhan Tgk. H. Abdullah Rasyid (Abu Kruet Lintang), Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur.
Di hadapan 578 santriwan-santriwati, Kasat Binmas mengatakan, "Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan dayah betujuan untuk menyegarkan kembali agar kita hidup dan menghidupi Indonesia, karena inilah negara kita," katanya.
Kasat Binmas memberi contoh implementasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar Kebangsaan. Khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. "dayah sudah melaksanakan Pancasila sehari-hari," ujarnya.
Contohnya, tidak ada aksi tawuran antar pesantren atau tawuran antar santri. Menurut Kasat Binmas, komunitas pesantren adalah manusia yang adil dan beradab. "Sila Persatuan Indonesia, pondok pesantren sangat meng-Indonesia, sangat mementingkan persatuan. Sila keempat, segala sesuatunya dimusyawarahkan di pesantren. Dan, sila kelima Pancasila, kehidupan di pesantren sangat sederhana dan tidak bermewah-mewah," papar Kasat Binmas.
Sementara, pimpinan Dayah Darul Muta’alimin, Abu Kruet Lintang berharap dengan sosialisasi kamtibmas dan Empat Pilar Kebangsaan ini akan mengkokohkan nilai pilar kebangsaan di kalangan santri yang sekaligus untuk memahami kembali esensi dari pilar-pilar kebangsaan. Semoga para santri bisa bertambah wawasan terhadap kesatuan bangsa." Ungkap Abu Kruet Lintang.
Dalam kesempatan tersebut Kasat Binmas juga menyinggung seputar bahaya penyalahgunaan dan dampak dari narkotika. “Sebagai santri muapun santriawati, kami tegaskan kepada adik-adik semua untuk tidak terlibat narkotika, selain beresiko dengan hukum, narkotika apapun jenisnya, itu dilarang dalam agama.”
Menurutnya, Penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja meningkat. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan, mengingat negara Indonesia mayoritas berpenduduk muslim. Melalui sosilisasi yang didukung penuh oleh pengasuh dayah Kasat Binmas memberikan pemaparan materi tentang bahaya narkotika dan problematika remaja. Ini tak lain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas generasi muda yang akan datang. Selain itu, juga agar generasi muda menjadi generasi yang mempunyai akhlakul karimah. Apalagi generasi muda sekarang sangat rentan terhadap bahaya narkotika, akibat salah pergaulan. 
“Usaha yang perlu dilakukan untuk pencegahan sejak dini, seperti memilih-milih kawan, melakukan kegiatan yang positif, mengamalkan shalat dan selalu patuh dan ingat kepada orangtua.” Ujar Kasat Binmas.
Ditambahkanya, selain narkotika, di kalangan remaja juga terdapat problematika pribadi yang disebabkan oleh keluarga, pendidikan dan lingkungan. ”Untuk saat ini paling banyak tentang problem kenakalan remaja, seperti penyimpangan prilaku (akhlak), Kami berharap agar generasi muda menjadi generasi berkualitas dengan memiliki ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama sebagai benteng dalam menjalani hidup. Pungkas Kasat Binmas Polres Aceh Timur Iptu Ernijon.
Usai sosialisasi, Kasat Binmas menyerahkan rompi kepada Abu Kruet Lintang dan Brigadir Freddy Anggota Sat Binmas Polres Aceh Timur menyerahkan secara simbolik rompi kepada perwakilan santri Anti Narkoba, sebagai bentuk perlawanan Dayah Darul Muta’alimin terhadap narkotika. (Iwan Gunawan).
Previous Post Next Post